www.thehoopy.com

Kesalahan Yang Sering Dilakukan Saat Ganti Popok

Kesalahan Yang Sering Dilakukan Saat Ganti Popok
ezyliana thehoopy.com
Ezyliana
Journalist at |

Writer. Baby developer. Contains multitudes. IG: @ezzychanz Helping professionals get off the hamster wheel. www.thehoopy.com

Ganti popok pada balita memang terlihat gampang dan mudah dilakukan, tapi masih banyak lho persepsi masyarakat kita yang salah paham dalam pemakaian popok pada balita.

Selain itu, ganti popok secara rutin harus benar-benar diperhatikan Moms. Jika tidak, kulit balita malah akan timbul iritasi.

Berikut ini adalah 5 kesalahan yang sering dilakukan ketika ganti popok balita antara lain:

 

1. Cara membersihkan salah

Sebelum ganti popok, pertama-tama bersihkan dahulu bagian kemaluan balita. Moms dapat menggunakan kapas atau tisu basah untuk membersihkan sisa urin atau feses balita. Seringkali hal yang kelewatan adalah cara membersihkannya yang kurang tepat.

Khusus balita perempuan, sapukan atau bersihkan dari arah depan ke belakang (dari kemaluan ke arah anus bukan sebaliknya). Hal inilah yang sering dianggap salah paham oleh para ibu karena saat Moms membersihkan mulai dari anus ke kemaluan, malah membuat bakteri masuk kebagian dalam kemaluan yang bisa berakibat infeksi saluran kemih.

 

2. Frekuensi penggantian terlalu jarang

Berdasarkan hasil riset, rata-rata orang Indonesia mengganti popok balita antara 3-6 kali sehari. Namun ternyata frekuensi penggantian popok tersebut masih dikatakan jarang.

Menurut dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, dokter spesialis anak mengungkapkan bahwa popok harus di ganti setiap kali terisi. Hal ini disebabkan struktur kulit balita sangatlah tipis karena ikatan antar yang masih lemah dan halus. Di Jepang, pergantian popok minimal dilakukan 8 kali sehari.

 

3. Ukuran popok tidak berubah

Pertumbuhan balita terus akan meningkat seiring waktu secara cepat. Hal ini juga berlaku pada ukuran popok balita. Jangan membeli popok yang sama tanpa mengetahui berat badan balita pastinya.

Jika Moms belum yakin dengan berat badan bayinya, lakukan penimbangan di rumah. Penilaian berdasarkan berat badan ternyata lebih cocok dibandingkan usia dalam menentukan ukuran popok.

 

4. Popok terlalu ketat

Seringkali Moms memakaikan popok terlalu ketat agar tidak berceceran saat buang kotoran. Namun siapa sangka jika popok yang terlalu ketat, dapat membuat balita merasa tidak nyaman. Selain itu, timbul guratan pada kulit bagian perut balita. Jika hal itu terjadi, Moms dapat meregangkan perekat popok agar lebih longgar dan pas.

 

5. Lupa cuci tangan

Hal yang paling sering dilupakan saat mengganti popok adalah cuci tangan. Jangan hanya peduli dengan kesehatan balita, pedulilah juga dengan kesehatan diri sendiri. Saat mengganti popok, Moms terpapar kuman. Jika tidak cuci tangan yang kotor tersebut bisa mengenai benda lain yang bisa berakibat buruk bagi kondisi Moms dan orang lain karena penyebaran kumannya.

Apakah Moms juga sering melakukan kesalahan ganti popok balita seperti di atas?

Yuk segera introspeksi diri dan ubahlah sesegera mungkin demi kebaikan buah hati anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *