www.thehoopy.com

Perkembangan Otak Anak 0 hingga 6 Tahun

Menjaga Sistem Kekebalan Tubuh thehoopy.com
dr. Isna Hulliyyah thehoopy.com
dr. Isna Hulliyah
Resident Doctor at Puskesmas Panongan Kabupaten Tangerang and Part-Time Content Editor at

UPDATED! Artikel kali ini membahas tentang tahapan perkembangan otak anak mulai dari 0 hingga usia 6 tahun, dilengkapi dengan fakta yang seharusnya Moms perlu tahu.

Bahasan kali ini memang terasa agak ‘berat’ dan panjang, karena tim thehoopy.com menganggap fase 0 hingga 6 tahun ini adalah fase emas dalam perjalanan tumbuh kembang anak, dan tentu saja menjadi sangat sayang jika dilalui tanpa tahu bagaimana cara kita mengoptimalkannya.

Ngomongin tentang fase emas tumbuh kembang anak, satu tahun pertama kehidupan anak adalah masa-masa terpenting, mulai dari mengenal bahasa, simbol, respon kebiasaan, pengelihatan, pendengaran, kontrol emosi dan perkembangan motorik.

 

 

Apa yang bisa kita lakukan dimasa emas 0 hingga 6 tahun itu?

Ketika si kecil lahir, mereka telah memiliki hampir semua neuron di otaknya, meski ukuran otak mereka hanya 25% dari ukuran otak orang dewasa.

Otak si kecil mulai memproduksi synapses pada tingkatan yang paling cepat, ini membuat mereka memproduksi lebih banyak dari yang sebenarnya diperlukan, dan banyak pula synapses yang diproduksi pada masa ini tidak bertahan hingga dewasa, ini sebenarnya yang mampu membuat si kecil belajar lebih banyak dari orang dewasa.

Perkembangan otak, juga dipengaruhi faktor eksternal atau kita lebih mengenalnya dengan istilah stimulasi.

Kita juga tahu mengenal bakat alamiah versus stimulasi. Bakat alamiah adalah faktor genetik yang dibawa bayi dari orang tuanya, sedangkan stimulasi lebih kepada faktor faktor lingkungan yang menyebabkan faktor genetik mampu menciptakan respon, misal apa yang harus diambil, apa yang tidak.

Semakin sering synapses ini digunakan / distimulasi / dilatih, maka kekuatan synapses ini menjadi semakin kuat dan terbawa hingga dewasa. Sederhananya, apa yang sering dilatih akan selalu teringat, dan apa yang jarang dilatih akan terlupakan.

Ini juga berarti bahwa stimulasi di masa-masa ini adalah sangat penting. Kekuatan genetik yang luar biasa tidak akan mampu dioptimalkan jika tidak ada stimulasi yang optimal pula, dimasa-masa ini.

Itu juga sebabnya mengapa mempelajari bahasa asing lebih mudah dikenalkan pada anak kecil ketimbang orang dewasa, karena synapses mereka memang tumbuh dengan sangat pesat.

masa emas tumbuh kembang anak

Masa Sekolah

Topik sekolah untuk anak usia dibawah 6 tahun, terutama dibawah 3 tahun adalah bahasan yang sedikit rumit, dan lebih banyak sisi subjektifnya, walaupun penelitian dari Urban Child Institute menyatakan bahwa anak yang ikut sekolah pre-kindergarten memiliki kemampuan kognitif dan kesiapan sosial yang lebih baik.

Nutrisi

Secara umum, protein, asam lemak tak jenuh, vitamin A dan D adalah nutrisi penting di masa-masa ini. Jika Moms mengandalkan ASI, maka hampir semua nutrisi ini tersedia dengan baik, namun jika Moms mengandalkan susu formula, pastikan unsur-unsur diatas tercukupi jumlahnya dalam setiap susu yang diminum.

Aktifitas Fisik

Mens sana in corpore sano, masih ingat pepatah itu? Ya, itu masih berlaku kok. Otak yang sehat berkaitan erat dengan tubuh yang sehat pula. Artinya, dengan latihan fisik yang tepat(bukan body building ya Moms) maka kapasitas dari Hippocamus juga akan meningkat.

Kapasitas Hippocamus yang besar berkaitan dengan kemampuan kognitif yang baik. Caranya mudah kok, lebih banyak main diluar rumah/ruangan, bisa dengan bermain bola dilapangan bagi usian 4 – 6 tahun, atau belajar merangkak di taman buat usia 1 tahun keatas.

Kreatifitas

Akhir-akhir ini kreatifitas seperti istilah wajib yang harus kita miliki jika ingin tetap dalam persaingan global. Begitupula dengan anak kita ya Moms, mengasah kreatifitas sejak kecil erat kaitannya dengan memberikan pengalaman yang lebih kaya di usia awal mereka.

Pengalaman yang kaya ini cukup mudah didapat kok, asal kita ngga terlalu protektif dan picky. Ga perlu juga mainan mahal macam Lego dll.

Cukup dengan bermain di alam dan benda benda di sekitar rumah, seperti mengenalkan bentuk dan ruang, mengenalkan tekstur, bermain petek umpet dan mainan sederhana lainnya.

Yang penting adalah mengenalkan konsep pada anak, sehingga anak tahu sebab akibat dengan contoh dan penjelasan sederhana. Misal anak jadi tahu kenapa air bisa jadi benda padat lewat pendinginan, lampu bisa menyala ketika saklar listrik di hidupkan, belajar berhitung sederhana dengan bermain congklak atau ular tangga dan lain-lain.

Perkembangan Emosi dan Sosial

Kematangan emosi dan juga kecerdasan emosional berperan penting dalam kehidupan anak kedepannya, bahkan seringkali hal ini lebih berperan dalam hidupnya ketimbang kecerdasan intelektual.

Anak juga telah mampu bereaksi terhadap emosi ketika mereka lahir, tapi bagaimana mereka bereaksi terhadap lingkungan sosial dan emosional adalah tugas dari kita sebagai orang tua. Pondasi dasar dari kecerdasan ini adalah empati, yang berarti kemampuan anak dalam merasakan apa yang orang lain rasakan. Mom bisa melatih empati anak dengan cara mencontohkan tindakan kasih sayang dalam kehidupan sehari hari utamanya di rumah, semisal, mengajak mereka memperlakukan orang lain selayaknya berlaku kepada diri sendiri.

Elemen penting lain dalam kecerdasan emosional adalah kecerdasan intrapersonal, atau kemampuan merasakan emosi dalam diri si anak sendiri, bagaimana mereka mengenai kekuatan dan kelemahan mereka, selain itu juga ada elemen kecerdasan interpersonal, atau kemampuan untuk memahami motivasi atau keinginan orang lain.

Kecerdasan intrapersonal adalah penting bagi anak agar mereka mampu melakukan introspeksi dan melakukan pengembangan diri, dan kecerdasan interpersonal juga penting agar anak mampu menjadi pemimpin yang baik sekaligus menjadi teman yang baik.

Perkembangan kecerdasan emosional juga mengajarkan orang tua bagaimana cara kita memberikan reward and punsihment kepada anak sebagai salah satu cara mendidik. Jika si anak tidak memiliki kecerdasan emosional untuk memahami kenapa mereka diberikan reward atau punishment, maka efek yang diinginkan dari pemberian reward dan punshment itu juga tidak ada. Inilah alasan mengapa sangat penting bagi kita orang tua untuk mengenali perkembangan kecerdasan emosional anak sedari mereka kecil.

Berikut adalah beberapa tahapan dalam perkembangan kecerdasan emosional anak 0 hingga 6 tahun:

  • 2 – 3 bulan, Bayi anda mulai belajar tersenyum sebagai cara untuk berkomunikasi, seperti halnya mereka menangis sebagai cara untuk mendapatkan perhatian.
  • 9 – 10 bulan, dalam usianya yang ke-9 bulan, anak anda mulai merasakan ketidaknyamanan dan ketakutan bila berada di dekat orang asing, dan mereka juga mulai menunjukan kesukaan kepada siapa ia ingin diasuh, ini adalah efek dari perkembangan yang sangat cepat di otak yang merespon memori jangka panjang dan pendek bersamaan dengan perkembangan pusat emosi di otak mereka.
  • 18 bulan – 2 tahun, di usia ini anak mulai menunjukkan bagaimana mereka mengerti akan konsep benar dan salah, dan di usia ini juga perkembangan otak yang memproses bahasa berkembang dengan sangat cepat, sehingga mereka mampu mengekspresikan emosi mereka dan bagaimana mereka bereaksi atas emosi orang lain. Inilah tahap dimana perkembangan emosional seperti empati, kecerdasan interpersonal berkembangan dengan pesat.
  • 3 – 4 tahun, pada masa ini, anak anda mulai belajar bagaimana bersosialisasi dengan teman, dan dengan arahan orang tua, bagaiamana mereka merespon dan belajar untuk berbagi dengan temannya. Pada usia 4 tahun, anak mulai mengerti hubungan sebab akibat, seperti hubungannya punishment dengan kejadian di hari sebelumnya.

Anda dapat membantu mereka mengembangkan kecerdasan emosi dan juga belajar bagaimana cara mengelola emosi dengan mengajarkan mereka untuk bicara. Hasil studi menyatakan bahwa cukup dengan mengenali emosi si anak, kita sebagai orang tua mampu menurunkan tensi emosi dan mencegah perilaku anak diluar kontrol.

Jadi, ketika anak anda merasa sedih, sakit, senang atau perasaan apapun, ajarkan mereka untuk menamakan apa yang mereka rasakan.

Kesimpulan

Perkembangan otak anak dari 0 hingga 6 tahun adalah proses yang kompleks, perkembangan otak anak di masa kecilnya adalah pondasi penting bagi tahap selanjutnya dalam kehidupan si anak, mudah mudahan dengan penjelasan tadi, kita sebagai orang tua, lebih mengerti dan mulai belajar bagaimana mengoptimalkan setiap tahapannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *